Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Nisa to nisa

Gambar
Sekolah ini bernama rumah tangga. Kepala sekolahnya disebut suami. Meskipun kepala sekolah, kadang-kadang ia juga senang duduk di bangku kelas. Memerhatikan pelajaran dari ibu guru sekaligus bagian tata usaha sekolah rumah tangga ini. Kita sebut saja istri. Ibu guru sekaligus tata usaha sekolah ini juga dengan senang hati duduk di bangku kelas kalau pak kepala sekolah mau menerangkan sesuatu. Di bangku-bangku kelas lainnya duduk kaki-kaki mungil yang siap dididik. Kaki-kaki mungil ini tidak tahu kalau kadang ibu guru dan pak kepala sekolah justru belajar banyak juga dari mereka. Namanya sekolah rumah tangga. Di dalamnya semua bisa menjadi guru, juga bisa menjadi murid. Di sekolah rumah tangga, semua harus siap belajar dan diajar dengan tetap saling hormat menghormati, sayang menyayangi, cinta mencintai. Selamat (sebentar lagi) datang di sekolah rumah tangga! Hmmm, Nisa to nisa

Jangan hilang makna, nisakarima....

Kesibukan akan hal-hal teknis memang sangat menyita pikiran, apalagi untuk yang tipe pemikir seperti saya. Apa-apa dipikir, semua-semua dicemaskan, semua-semua berusaha dikerjakan sendiri. Ujung-ujungnya capek. Ujung-ujungnya nangis. Ujung-ujungnya ditelan sendiri juga semua yang rasanya berat. Busy mind. Tapi pada hal-hal teknis. Sampai lupa pada hal-hal yang esensial. *Sigh* Jangan hilang makna, nisa karima... Ambil waktu sejenak untuk berhenti dan melihat ke belakang. Look how far you've gone... So many things happened. So many blessing you've got... Jangan hilang makna, nisa karima... Berhenti sebentar dan lihat ke depan. Ada yang menanti di depan sana. Ada hal besar yang akan kamu jalani. Ada pilihan-pilihan yang harus kamu buat, meski masih banyak buram saat ini yang kamu lihat... Jangan hilang makna, nisa karima... Makna membantu kamu meluruskan niat. Makna membantu kamu menjadi hamba yang bersyukur. Makna membawa kamu kembali pulang k...