Postingan

(Mulai Hidup) Sehat - Menyehatkan

"Health is a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity." Postingan ini jadi terasa kaya skripsi karena dibuka dengan defini sehat menurut WHO di atas, ya, ahaha. Tapi ngga papa, semoga sama-sama kita bisa memahami pengertian sehat tersebut, ya, bahwa sehat itu bukan cuma sekadar terbebas dari penyakit a.k.a ngga punya sakit apa-apa atau tes lab hasilnya baik semua, tapi juga harus sehat secara mental dan kehidupan sosial. Dalam dunia kedokteran khususnya dalam kedokteran keluarga, dikenal juga istilah bahwa manusia ini adalah makhluk bio-psiko-sosio-spiritual yang menuut saya lebih lengkap lagi memandang seorang individu manusia karena ada unsur spiritualnya. Atau kalau saya terjemahkan ke dalam bahasa sendiri, sehat secara ruhiyah. Jadi, kalau berdasarkan preambule di atas, mungkin ngga banyak ya manusia yang benar-benar sehat 100%. Penyakit-penyakit tidak menular angkanya semakin meningkat dan mulai...

Oi Oi

Ini tulisan random yang saya tulis malam-malam sebelum tidur saja. Judulnya saja ngga mutu.  Hahaha... agak-agaknya kurang berfaedah so if you have another thing to do, just do what you have to do instead of reading this. Dalam waktu beberapa menit setelah tulisan ini di post, hari akan berganti menjadi Senin terakhir di tahun 2018. MaasyaaAllah sudah mau selesai saja ya 2018. Rasanya cepat sekali, tiba-tiba sudah mau 2019. Hmm apakah ini tanda berkurangnya keberkahan waktu saya? Hiks hiks. Yang pasti, dunia semakin menua dan mendekati akhirnya. Agaknya, setelah banyak bencana yang menimpa manusia di tahun 2018 ini, kalau kita (saya) masih belum juga memikirkan tentang kematian lebih banyak kok ya gimanaaa gitu ya rasanya. Kayak orang yang ngga tahu diri saja gitu. Huhuhu... Duh jadi takut (kena penyakit umat akhir zaman nih : takut mati). Tapiii... bukan takut karena nanti ngga bersama dunia lagi, tapi takut masuk neraka. Huhuhu... Lemah sekali iman saya ya motivasi ngapa-ng...

Kepada Orang Tua : Menuju 25

"Andai, aku tlah dewasa... apa yang kan kukatakan untukmu idolaku tersayang..." Sering banget ngga sih kita dengar dan nyanyikan lagu ini dulu pas zaman-zamannya film Petualangan Sherina lagi hits. Sampai saat ini lagu ini masih menjadi favorit saya. Tapi kalau menyanyikan lagu ini sekarang, di usia yang hampir 25, kok rasanya beda ya... Karena 'andai' yang menjadi kata pembuka lagu ini sudah menjadi kenyataan, bukan pada part apa yang akan dikatakannya, tapi pada kata 'dewasa'... ~ Kemarin Kamis, saya diminta bertugas untuk jaga poli umum tambahan karena kalau musim liburan gini biasanya pasien banyak sekali. Karena poli tempat saya jaga ini tidak mikrofonnya, jadi setiap memanggil pasien saya harus keluar pintu dan meneriakkan nama pasien selanjutnya. Setelah beberapa pasien berlalu, tibalah saya memanggil pasien yang membuat saya tergelitik untuk menulis postingan ini. Sebut saja bapak K. Di rekam medis usianya ditulis 85 tahun. Perawakann...

Kinda Miss My Job

Ini malam kedua saya di kos baru. For the very first time in my life, i have my own bedroom. Percaya ngga percaya, selama hampir 25 tahun ini, saya ngga pernah tidur sendirian loh. Well, pernah si tidur sendirian, kalau ditinggal jaga sama Dhilah (my pillow talk mate for years through ups and downs) atau kalau Dhilah lagi ke luar kota. But i never been alone like home alone. Di kamar, saya sendirian. Tapi di kamar sebelah saya ada Nida dan Tyani. Kamar seberang saya ada Nila dan Nisa. Yah namanya juga koas, pasti berrotasi lah ya yang ada di rumah siapa saja. Kalau saya bosan di kamar, saya tinggal keluar main ke kamar siapa buat ngobrol hal-hal mulai dari yang nirfaedah sampai yang sangat berfaedah. Wkwkwk. Yang saya maksud 'sendirian' di sini adalah ngga ada space lain yang bisa saya mencloki selain kamar sendiri dan ngga ada orang yang bisa dimencloki juga. I don't like this kind of atmosphere :"( Yasudah disabari saja, Nis. Pasti ada hikmahnya. Hikmah pertama...

Dreamlike

Ini adalah hari ketiga saya masuk kerja lagi setelah pekan kemarin saya meminta izin cuti ke untuk pergi ke Jogja. Ngga full satu minggu sih, tapi ya cukup lama. Tiga dari lima hari kerja. Hehe.. Yap, pekan terakhir bulan Juli lalu saya pergi ke Jogja untuk pelantikan sumpah dokter. Ini wisuda kedua saya setelah 2 tahun sebelumnya saya diwisuda untuk gelar sarjana kedokteran. Sekarang title S.Ked di belakang nama saya sudah tidak ada. Title-nya pindah kedepan, berubah menjadi dr. Sebuah gelar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tidak pernah ada dalam list cita-cita saya sejak SD hingga akhir SMA. But the title is real now. Serius loh. Meskipun dalam lagunya Susan bilang kalau sudah besar mau jadi dokter supaya bisa njus-njus orang, saya sama sekali tidak terpengaruh keinginan Susan. Biarlah Susan dan anak-anak lainnya ingin menjadi dokter. Saya hanya ingin menjadi guru seperti kedua orang tua saya. Atau psikolog. Terus, kenapa akhirnya masuk kedokteran? Well, it...

Seperti Orang Jakarta

Gambar
Jadi ceritanya (eh kenyataannya deng ya? Wkwk), saya kembali ke Jakarta setelah 6 tahun menjadi penghuni Yogyakarta dengan status mahasiswa. Dan kembali ke Jakarta untuk menjadi penghuninya lagi rasanya... jet lag. Kalem-kalem gini (?), saya termasuk anak kelayapan, juga anak jajan. Waktu di Jogja, ada banyak teman yang bisa saya ajak ngobrol macem-macem, saya ajak main, saya ajak makan, saya curhatin ini-itu, kumpul-kumpul, dan juga ngajak saya kemana-mana. Kalau lapar, pilihan makanannya ada banyak. Ayam preksu, lotek pandega, mang kobis dengan minyak kaya rasanya, bale bebakaran, roti bakar depan gading mas (sekarang di belakang dunkin), capcay deket NB, somay kang cepot, dan sebagainya. Hayooo jadi mau kan? Wkwkwk. Kalau di Jakarta, ibu negara sudah masak di rumah. Dan sebagai anak yang berbakti, masa mamak sudah masak cape-cape kita makan belinya soto mie, yekan? Sebenarnya, ada banyak teman dari jogja yang merantau atau pulang ke Jakarta juga sih, tapi kebanyakan punya kes...

Halo, Jakarta :)

Assalamu'alaikum! Halo! Lama banget rasanya saya ngga publish-publish sesuatu online kaya gini. Nulis-nulis masih sih, tapi cuma jadi konsumsi pribadi aja. Hehe... Halo, buat yang baru mampir kesini. Sebenarnya ini bukan blog pertama saya. Sebelumnya saya sudah pernah punya beberapa blog yang karena satu dan lain hal blognya tutup lapak dan ngga dilanjutkan lagi, heu... Buat yang ngga terbiasa dengan saya yang suka cuit-cuit banyak kaya gini karena kalau ketemu biasanya cuma ngomong seperlunya aja, halo, salam kenal, hehehehe... Terus, kenapakah saya jadi mulai mau publish-publish tulisan di blog lagi setelah sekian lama? Salah satu alasannya adalah karena saya kembali ke Jakarta. Halo, Jakarta, akhirnya kita ketemu lagi :)