Postingan

Hurtful Words

Saya rasa semua orang pernah, ya, mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain. Ditegur dengan keras di hadapan orang lain, dicuekin atau dianggap tidak ada, diremehkan karena tidak memenuhi ekspektasi orang lain, dan sebagainya. Siapa sih yang jalan hidupnya mulus-mulus saja di dunia ini? Semua pasti ada ups and down-nya. Ada marah, sedih, dan kecewanya. Terutama ketika mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Saya pribadi adalah orang yang cukup peka dengan perubahan sikap atau perlakuan orang lain terhadap saya. Ketika ada hal yang kok rasanya orang lain jadi berubah sikapnya terhadap saya, saya pasti akan bertanya ke dalam diri sendiri, salah saya dimana. Pasti saya pikirkan terus menerus itu kalau sikap orang tersebut masih tidak enak terhadap saya. Lalu berusaha berhusnuzhon kalau perlakuan orang begitu terhadap saya adalah karena salah saya sendiri, karena dosa-dosa saya sendiri. Seperti dikasih pengingat sama Allah untuk bisa berhusnuzhon...

Wanita dan Kehormatan (part 2)

.... Bismillah, lanjut gaes. Saya merasa bahwa nilai berharga atau tidaknya seorang perempuan saat ini di mata remaja-remaja putri khususnya, berbeda dengan apa yang saya pahami.  Standar 'berharga' atau 'terhormat' yang saya yakini sebagai muslimah pada intinya adalah dengan tidak menjadikan apa-apa yang bersifat material sebagai tolak ukur, tetapi bagaimana seorang perempuan mengenal TuhanNya, menaati perintah TuhanNya, menjaga dirinya dari yang haram, menjaga dirinya dari pandangan dan syahwat orang lain, merawat dan menajamkan akalnya, serta berakhlaqul karimah, itulah yang menjadi tolak ukur berharga atau tidaknya seorang perempuan. " Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan...

Wanita dan Kehormatan (part 1)

Bismillahirrahmannirrahim... Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, hanya sekedar pengingat kepada diri sendiri dan juga ungkapan kesedihan saya atas kondisi perempuan-perempuan khususnya remaja putri saat ini. Bagi saya pribadi, menjaga kehormatan diri sebagai seorang perempuan pada umumnya dan muslimah pada khususnya adalah sesuatu yang sangat penting dan utama. Muslimah yang bisa menjaga kehormatan dirinya menandakan bahwa ia paham akan nilai atau (maaf, kasarnya) harga atas diri dan pribadinya. Harga disini tentu bukan berupa uang, ya. Namun yang saya maksud adalah nilai berharga atau tidaknya seseorang. Boleh lah kita ibaratkan harga disini dengan membandingkan berlian dengan kotoran. Berlian, meskipun ia berada di dalam comberan, ia tetaplah batu mulia yang mahal, sulit didapat, dan tidak semua orang memiliki. Begitu berharganya berlian hingga orang rela menyimpannya di dalam brankas yang harganya juga tidak murah, dikunci rapat-rapat agar o...

Jadi Dokter (?) #1

Kalau dihitung-hitung, sudah enam tahun lebih saya berkecimpung dengan dunia kedokteran. Kalau masuk fk dulu tahun 2012, berarti sampai agustus 2019 besok insyaaAllah sudah 7 tahun saya ada di tengah-tengah komunitas tenaga kesehatan. Sejak kecil, saya sama sekali tidak pernah ingin menjadi dokter. Saya maunya jadi guru saja, atau jadi psikolog saja. Bahkan sampai SMA akhir-akhir saya masih inginnya masuk psikologi. Sempat diterima di psikologi UNS, tapi karena orang tua belum mengizinkan akhirnya terpaksa saya batalkan. Orang tua saya juga tidak pernah meminta saya untuk menjadi dokter. Saya rasa, ummi dan abi sebenarnya melihat saya punya potensi, tetapi mengingat kondisi ekonomi keluarga saat itu, sekolah kedokteran terdengar utopis. Saya juga tidak tahu dari mana saya bisa kepikiran untuk sekolah kedokteran. Padahal saya ngga suka melihat orang berantem sampai berdarah-darah, ngga suka lihat kekerasan, ngga suka lihat yang sadis-sadis, ngga suka lihat orang kecelakaan, dan s...

That vibe when you're not really in a good mood for your shift

Mau pulang mau pulang mau pulang mau pulang mau pulang mau bobo mau makan enak mau pulang mau pulang mau bobo mau martabak manis keju wijen mau pulang mau pulang mau kasur mau pulang mau pulang Ngga mau ketemu pasien ngga mau ada pasien ngga mau mikir ngga mau ada pasien ngga mau ada pasien ngga mau ada pasien ngga mau ada pasien ngga mau mikir ngga mau mikir Eh ternyata pas sampe igd brangkar di depan igd dah pindah ke dalam semua which means serangan negara api. Eh taunya pasiennya banyak dan aneh-aneh. Eh ditinggal sendirian. Eh taunya ngga tidur. Eh malemnya mesti jaga malem lagi. Duhai Allah banyaknyaaa dosaku ini T.T Eh tapi, ini jaga igd terakhir! Ngga tau harus seneng atau sedih :/

always be my BQ

Hari Ahad lalu vilah nikah! Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah... Seneng banget rasanya bisa hadir ke nikahan vilah.. berarti sampai saat ini total sudah 2 anak BQ yang sudah jadi istri orang.. semoga yang lain bisa menjadikan waktu yg dikasih Allah sebelum ketemu jodoh ini untuk memperbaiki diri menjadi lebih dan lebih baik lagi. Bukan semata-mata karena ingin mendapatkan jodoh yang baik, tapi karena Allah itu cintanya sama orang yang baik. Yang imannya baik, yang akhlaqnya baik, yang ilmunya baik. Semoga kita semua istiqomah dalam memperbaiki diri ya, ciwis-ku! Selain bahagia karena vilah nikah, hal lain yang ngga kalah membahagiakan adalah bisa ketemu sama anak-anak BQ (meski kurang tyani vita dhilah sama ami)! I really really miss you guys already... Ternyata, meskipun kita sudah ngga sama-sama lagi, sudah ketemu cerita hidup masing-masing di tempat sekarang masing-masing, BQ masih BQ. Waktu berjalan tapi rasanya BQ masih tetap BQ. Usia pun bertambah, tapi BQ masih teta...

Me to me

Gambar
Congratulation, nisakarima! You did well today and i'm so proud of you! Stay hungry, stay foolish, keep being keen on thing you should learn! Let's get better and better day by day.. May Allah guide you always :) Sincerely, nisakarima

Anak Penyu

Gambar
Gambar dari sini Entah kapan gitu, saya pernah nonton video di youtube, di channelnya Natgeo atau BBC tentang perjalanan anak penyu yang baru saja menetas dari telurnya. Jadi ceritanya, setelah lama ibu penyu mengarungi samudra yang sangat luas, dia akan kembali ke pantai dimana dia dilahirkan. Kemudian di sana dia akan menggali lubang dan meletakkan telur-telurnya. Kemudian pergi melaut kembali dan meninggalkan telur-telur itu di sana seorang diri. Ya ngga seorang diri banget juga sih karena kan penyu sekali bertelur banyak banget, yak. But, yeah, you know what i mean. Anak-anak penyu yang ada di dalam telur itu sama sekali ngga tahu cerita apa yang sudah menanti mereka di luar lubang sana. Mereka ngga tahu kalau lubangnya cukup dalam jadi mereka butuh effort yang besar untuk keluar. Mereka masih menyibukkan dirinya dengan bertumbuh, menyerap semua nutrisi yang tersedia dalam telurnya, sambil menunggu waktunya menetas 45 hari lagi. Mereka juga ngga tahu kalau jarak l...

Review Ala-ala : Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal (Part 1)

Sebenernya udah jam 23.45 dan harusnya tidur, tapi rasanya sayang gitu kalau ngga posting soal trip sendirian hari ini. Kalau di postingan sebelumnya saya nulis tentang perasaan saya, di postingan yang ini saya review perjalanan dan tempat wisata yang saya datangi tadi pagi. Saya berangkat ke Guci sekitar jam 8.00. Sama siapa lagi kalau bukan sama Romi, motor Supra Fit berusia 12 tahun yang setia banget nemenin saya kemana-mana. Ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan jauh dengan medan agak ekstrem selama di Slawi. Terakhir kali ngajak Romi jalan-jalan agak ekstrem gini waktu KKN di Gunung Kidul. Untuk perjalanannya sendiri kurang lebih memakan waktu 45-60 menit, tergantung kecepatan dan kepadatan jalan. Alhamdulillah sih tadi pas saya berangkat jalan masih belum terlalu padat jadi bisa agak cepet sedikit. Untuk medannya sendiri, jalan menuju Objek Wisata Guci ini alhamdulillah sudah aspal semua. Lubang-lubang sedikit di beberapa ruas jalan rasanya sudah biasa ya, jadi ...

Ceritanya Jalan Jalan Sendiri

Gambar
Halan-halan ke sini akhirnya... Hari ini libur. Alhamdulillah... Pengennya si pulang ke Jakarta atau ke Jogja gitu tapi ya apa daya belum gajian. Wkwk nasib. Akhirnya jalan-jalan sendirian ke Guci. Dari beberapa waktu kemaren feel homesick dan penat banget sama pikiran-pikiran yang berlebihan. Seperti yang saya post di postingan sebelumnya, anak pertama memang kayanya cenderung punya rasa khawatir lebih besar terhadap banyak hal, ini saya lihat dari beberapa teman yang lain juga. Penat ini mungkin efek ngga ada temen ngobrol juga kali ya. Setiap orang kayanya punya masa dimana dia ingin cerita dan cukup didengarkan. Atau ingin dikasih ucapan "semangat, ya!", atau dikirimin chat tiba-tiba yang tulisannya, "you're doing great, girl!", atau ungkapan-ungkapan sayang lainnya. Karena kadang-kadang, kita tau sih mungkin seseorang itu sayang sama kita, but sometimes, we just need a little proof of that so we feel save and loved again.  Masalahnya adal...